Apakah Berdosa Melawan Orangtua yang Bersalah?


Pertanyaan yang masuk ke akun Facebook Tanya Ustadz kali ini tentang "Apakah Berdosa Melawan Orangtua yang Bersalah?"

Berikut adalah jawaban kami:

Dalam pertanyaan ini masih perlu diperinci, apa sebenarnya yang dimaksud oleh penanya dengan kata "Orangtua yang Bersalah". Bisa jadi karena berbeda persepsi dan penilaian, atau terbawa emosi maka si penanya (Anak) menganggap apa yang dilakukan oleh orangtuanya tersebut merupakan suatu kesalahan. Namun bisa jadi ternyata hal tersebut bukanlah suatu kesalahan jika dipandang dari sisi yang lebih adil.

Sebagai contoh, orangtua yang memiliki anak diatas usia 10 tahun yang tidak mau melaksanakan sholat, maka orangtua wajib memukul (yang mendidik) anak tersebut dan menyuruh shalat. Bisa jadi si anak pada saat ini beranggapan bahwa orangtuanya melakukan suatu kesalahan karena memukulnya, padahal itu adalah kebaikan. Bahkan jika orangtua tidak memukul maka orangtua tersebut akan terkena dosa.

Nah, contoh-contoh seperti inilah yang terkadang tidak serta-merta difahami oleh seorang anak, namun setelah ia memikirkan dengan tenang maka pandangan tentang orangtuanya berbuat salah akan berubah.

Untuk itu kepada penanya agar lebih adil dalam menentukan sikap orangtuanya.

Dan anggaplah (Mungkin) orangtua tersebut benar-benar berbuat suatu kesalahan. Maka tidak pantas untuk kita melawan hanya karena kesalahan tersebut. Karena jika dibandingkan dengan pengorbanan yang mereka lakukan untuk kita sejak mengandung, melahirkan, membiayai dan membesarkan hingga saat ini, maka kesalah tersebut tidaklah sepadan. Kesalahan tersebut tidaklah dapat menutup dan menghapus semua kebaikan-kebaikan mereka.

Kewajiban kita hanyalah dengan mengingatkan orangtua kita tersebut bahwa mereka sedang berbuat kesalahan. Namun cara mengingatkan harus dengan cara yang lemah lembut dan sopan, karena kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada orangtua.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kita di dalam Al qur’an, agar berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua :

“Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya, sebagaimana keduanya telah menyayangi aku waktu kecil.'” (Al Israa’: 23-24)

Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan dirinya.” (An Nisaa’: 36)

Jika kita perhatikan, berbuat baik kepada kedua orang tua seperti yang tercantum pada ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua menduduki peringkat kedua setelah mentauhidkan (mengesakan) Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beribadah.

Ada hadits yang sangat indah yang mungkin bisa mewakili jawaban ini, yakni:


عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده قال جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال إن أبي اجتاح مالي. فقال:( أنت ومالك لأبيك ) وقال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( إن أولادكم من أطيب كسبكم . فكلوا من أموالهم )
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakek ayahnya yaitu Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash, ada seorang yang menemui Nabi lalu mengatakan, “Sesungguhnya ayahku itu mengambil semua hartaku.” Nabishalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.” Rasulullahshalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya anak-anak kalian adalah termasuk jerih payah kalian yang paling berharga. Makanlah sebagian harta mereka.” (HR. Ibnu Majah, no. 2292, dinilai sahih oleh Al-Albani).
Semoga bermanfaat ya..
banner
Previous Post
Next Post

0 comments: